5 Hal yang Saya Dapatkan Setelah Resign dari Kantor

“If you believe in yourself, Anything is possible”


#NotesFromEntrepreneur edisi 1   

5 bulan yang lalu saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja. Hampir 1 tahun setengah lamanya saya bekerja disini. Mundur ke 2 tahun yang lalu, saya mendapatkan tawaran bekerja di sebuah Mobile Game Development dari rekomendasi teman kampus. Saat itu saya tepat memasuki semester 7. Singkat cerita, saya bekerja sambil kuliah. Ada perasaaan senang karena sebelum lulus kuliah saya sudah bisa mandiri tanpa meminta uang ke orang tua lagi. Tapi disisi lain saya harus mengorbankan waktu bermain karna harus membagi waktu kerja dan kuliah.

Saat bekerja pun saya masih mencari penghasilan lain. Heheee. Gaji saya bekerja saat itu  2,4 jt per bulan, lebih dari cukup untuk hidup sebagai mahasiswa di Jogja. Tapi apa daya, hasrat untuk traveling saya lebih besar. Saya pun memutuskan untuk mencari tambahan uang untuk biaya traveling. Jadi jam 9 pagi – 5 sore saya kerja di kantor, malemnya saya ngambil project sampingan. Kadang 1-2 jam di pagi hari sebelum berangkat kantor juga saya gunakan untuk nyelesain project lain.

Saya menjalani masa-masa itu kurang lebih setahun. Kalo di total sehari saya bisa bekerja hampir 12 jam! . Lama-lama saya merasa capek, lelah, letih, lesu. Tiap kali bangun pagi, rasanya males pergi ke kantor. Akhirnya 5 bulan lalu saya benar-benar resign dan fokus pada project sampingan saya, Bomber Studio.

Bomber Studio adalah studio digital kreatif yang fokus membantu klien dalam bidang desain grafis dan video animasi explainer. Alamat websitenya di www.bomberstudio.co

Dari dulu cita-cita saya adalah menjadi entrepreneur, jadi pengusaha kaya. Supaya dengan kekuatan finansialnya bisa bermanfaat untuk orang lain. Hehee.

Dari pengalaman resign ini, saya mendapat 5 hal yang luar biasa. Berikut adalah 5 Hal yang Saya Dapatkan Setelah Resign dari Kantor :


1. Time Freedom


Sebagai karyawan saya harus bekerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore. 5 hari dalam seminggu.
Gaji yang berkecukupan tapi waktu yang kekurangan.

Setelah saya resign, saya benar-benar mendapatkan kebebasan waktu. Bisa memilih kapan waktu bekerja dan kapan waktu untuk liburan. Saya ingat saat ayah saya sakit dan harus di rawat 10 hari di RS, saya bisa menemani full beliau di RS.

2. Income yang lebih besar

Dulu saya sempet tidak yakin tentang nasib saya setelah resign. Namun ternyata saat kita fokus pada satu hal, hasilnya jauh lebih menguntungkan. Dengan resign dan full fokus ngurusin Bomber Studio hasilnya lebih besar dari “kerja kantoran + ngurus Bomber Studio).

Saya ingat betul cerita mbak Trinity di postingnya yang berjudul “Follow Your Passion”. Dia mengatakan penghasilannya melesat setelah fokus “menulis” dari yang sebelumnya “kerja kantoran + Menulis”


3. Kesenangan Hati


Di kantor saya yang lama, saya bekerja sebagai Graphic designer. Tentu itu pekerjaan yang saya senangi. Tapi, tetap aja ada perasaan malas saat bangun pagi untuk bekerja di kantor.

Dan sekarang saya semakin percaya “Kalau mau sekedar dapat uang, jangan ikuti passionmu. Tapi kalau mau dapat uang, plus kesenangan hati, dan plus-plus lainnya ikuti passionmu, ikuti suara hatimu.”

4. Energi full setiap hari


Sekarang setiap malam menjalang tidur, saya tidak sabar untuk menanti esok hari dan memulai sesuatu yang baru lagi. Hidup jadi berasa penuh semangat.

Malam hari sebelum tidur biasanya saya mebuat jadwal apa saja yang ingin dilakukan besok. Dan ketika bangun tidur, energi saya terasa full. Tidak ada lagi perasaan bosan.

5. Tidak pernah merasa lelah


Meskipun kadang saya bekerja lebih lama dan lebih keras dari pada saat bekerja di kantoran, saya tidak pernah merasa lelah. Saya merasa bahagia menjalani semua ini.

Jika kamu ingin melihat masa lalu, lihatlah dirimu sekarang. Jika kamu ingin melihat masa depan, lihatlah apa yang kamu kerjakan sekarang.

Gak sabar kejutan apa lagi yang akan di berikan Allah Swt kepada saya.

All photo by pexels.com

……………………………………………………………………………………………………………………………………………..

#NotesFromEntrepreneur adalah seri tulisan yang membahas tentang perjalanan menjadi pengusaha. Terinspirasi dari Notes From Qatar nya Muhammad Assad, saya ingin berbagi pengalaman pahit manisnya meniti karir sebagai pengusaha. Inshallah terbit tiap Jumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *