Merencanakan keuangan sejak muda

Bismillah..

Menurut kepribadiannya, manusia di bagi menjadi dua :

Introvert dan Ekstrovert.

Simplenya, intorvert adalah orang yang suka / lebih nyaman :

– Menyendiri

– Menghindari keramaian

– Cenderung berpikir dulu sebelum bertindak/berbicara

Sedangkah ekstrovert adalah kebalikannya, ia cendurung lebih suka / lebih nyaman :

– Berkumpul dengan banyak orang/teman

– Tidak suka kesendirian

– Mudah bergaul

– Cendurung spontan dalam bertindak/berbicara

(Anda bisa mencari lebih detail di google mengenai Introvert dan Ekstrovert)

Terlahir sebagai seorang introvert, saya adalah tipe orang yang sering memikirkan rencana sebelum bertindak.

Bahkan sebelum ngomong pun, biasanya saya berpikir dulu. Kebanyakan berpikir, malah ujung-ujungnya gak jadi ngomong. Hehehe

Dulu saya terbiasa merencanakan sesuatu sebelum bertindak.

Seperti contohnya merencanakan keuangan sejak muda.

Idenya adalah : merencanakan keuangan sejak muda, supaya ketika tua nanti bisa memiliki keuangan yang bagus.

Mungkin anda pernah memikirkan ini juga..

Tapi saran saya, lupakan ide “merencanakan keuangan sejak muda”.

Kenapa?

Ada beberapa alasan yang membuat saya memutuskan untuk tidak lagi “merencanakan keuangan sejak muda”

1. Menjadi overplanning

Terlalu banyak memikirkan rencana di awal, akan berpotensi overplanning. Sehingga membuat kita malah jadi takut bergerak. Ujung-ujungnya malah gak jadi bergerak.

Toh, ketika masih muda biasanya uang kita belum banyak. Jadi apanya yang mau direncanain kalo uangnya belum ada?

2. Menambah penghasilan

Daripada fokus mengelola keuangan, lebih baik fokus menambah penghasilan.

Begini, ketika kita fokus mengelola keuangan, kita cuma fokus dengan uang yang masuk. Padahal ketika masih muda, biasanya uang yang masuk itu masih dikit.

Karenanya, fokuslah untuk menambah penghasilan.

Ada banyak caranya. Bisa buka bisnis sampingan, ngefreelance, main google Adsense, affiliate, nulis buku, dll. Ada buaanyaaak sekali (saya juga sudah banyak bahas di channel youtube saya)

3. Menunda kesenangan

Setelah fokus nambah penghasilan, berlatihlah untuk menunda kesenangan.

Menunda kesenangan ini mudah kalau kita gak punya uang, tapi begitu kita punya uang, godaannya berat.

Yang tadinya ga pengen ganti HP, sekarang jadi merasa perlu ganti HP, padahal HP nya gapapa, masih bisa dipake.

Jangan sampai penghasilan meningkat 10x lipat, pengeluaran juga meningkat 11x lipat.

Karenanya menunda kesenangan itu perlu dilatih dari sekarang.

So, merencanakan keungan sejak muda itu tidak salah, tapi daripada fokus kesitu, mending alihkan fokus anda ke :

Menambah penghasilan, lalu menunda kesengan. Itu kuncinya.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Yoko Bomb

Share this :